Kamis, 27 Oktober 2011

Jekardah

Jekardah yang dikenal orang

Jekardah, alias Jakarta. Kota metropolis yang terkenal sebagai kota megah di Indonesia yang nyaris perfect. Hampir semua orang ingin menjejakkan kakinya di kota agung itu. Banyak orang berfikir Jekardah kota yang indah, dengan bangunan-bangunan tinggi, dan daerah wisata disana-sini.
Salah!
Jekardah hanyalah kota bertopeng! Layaknya seorang gadis yang bermake-up tebal untuk menyembunyikan kekurangan diwajahnya. Itulah... Jekardah sebenarnya!

Kenapa?
Lihatlah gedung-gedung yang berdiri megah disepanjang jalan itu.
Lihatlah betapa indahnya wahana-wahana bermain, dan tempat rekreasi itu.
Untuk apa? Untuk apa semua itu dibuat?
Untuk menyembunyikan keadaan kota Jakarta yang sebenarnya!
Gedung-gedung yang berkelap-kelip dengan indahnya itu adalah make-up tebal yang menyembunyikan wajah aslinya.
Kemiskinan, dan kemirisan hidup warga menengah kebawah, adalah wajah asli Jakarta yang berusaha ditutupi oleh tumpukan gedung-gedung itu.

Kenapa tidak ada yang sadar? 
Dibalik gedung tempat sebagian orang bersenang-senang, ada orang-orang kurang beruntung yang mengais sampah demi bertahan hidup.
Dibalik tugu Monas yang berdiri dengan gagahnya, ada kemerosotan moral dikota itu.

Kemacetan, dan kecelakaan terjadi hampir setiap waktu. Karena apa? Jalanan sudah terlalu sempit karena diambil untuk membangun gedung-gedung tersebut. Ditambah lagi dengan merosotnya moral penduduk, sehingga banyak yang melanggar peraturan. Pengguna jalan tidak saling menghormati, mereka hanya memikirkan diri sendiri. Segala cara dilakukan untuk kepentingan diri sendiri. Polisi tidak lagi perduli. Mereka tahu, tapi tak mau berbuat apa-apa. Mereka hanya memperhatikan kemacetan, dan kecelakaan dari post jaga.

Pengguna kendaraan bermotor terlalu egois dan tak mau mengalah. Mereka tak peduli pada pejalan kaki yang hendak menyebrang.  Bahkan, trotoar yang harusnya menjadi milik pejalan kaki pun dikuasai oleh pengendara bermotor. Akhirnya, tidak sedikit pejalan kaki yang menjadi korban tabrak lari pengendara yang tak bertanggung jawab!

Tidak ada udara bersih di jekardah!
Kemana kaki melangkah, selalu ada asap rokok dan polusi hasil pembakaran kendaraan bermotor. Para perokok tak mau tahu dengan lingkungan sekitar. Mereka merokok dimana saja, bahkan ditempat umum, dimana banyak anak kecil berkeliaran. Para perokok tidak peduli apa akibatnya terhadap orang lain. Ironisnya, bukan hanya pria dewasa yang merokok. Tapi anak kecil, bahkan wanita berjilbab pun ikut merokok. Naudzubillah.

Berhentilah membangun gedung-gedung yang membuat orang terlena akan dunia, hey pemerintah!
Bantulah kami yang semakin hari semakin kesusahan jalani hidup.
Berhentilah berfoya-foya hey orang-orang yang beruntung!
Ulurkan lah tangan kalian kearah kami.

Wahai penikmat Jekardah,
Lihatlah kebawah. Jangan selalu melihat keatas. Gedung-gedung itu hanyalah kamuflase.

Wajah asli Jekardah

3 komentar:

Cekidot

A