Jumat, 06 Mei 2011

Sepatah Kata "MAAF"

Akhir-akir ini, aku sering mendengar masalah yang ditimbulkan kata 'MAAF'.
Ya, masalah 'Meminta Maaf' dan 'Memberi Maaf'.

MEMINTA MAAF.

Untuk meminta maaf, dibutuhkan kerendahan hati yang tidak dimiliki semua orang.Tentu saja, orang-orang angkuh yang telah dibutakan hatinya oleh Sang Maha Kuasa tak akan mau meminta maaf kepada orang lain.Mereka merasa sudah suci. Mereka merasa sudah bersih dari dosa. Atau, mereka merasa Meminta Maaf adalah perbuatan hina yang memalukan. Naudzubillah hi min dzalik.

Meminta maaf itu perbuatan mulia, kok. Kenapa sih masih ada orang yang sepertinya 'anti' banget meminta maaf? Sudah sucikah kita sampai-sampai tidak mau meminta maaf? Atau gengsi kah? Kenapa harus gengsi??
Meminta maaf bukanlah suatu kekalahan.
Meminta maaf itu adalah kemenangan.
Kita menang dari nafsu dan amarah kita! Kita menang dari pada Saytan! Dan harusnya kita BANGGA! bukan GENGSI!
Apa salahnya kita meminta maaf walaupun kita merasa benar?
Apa ruginya kita meminta maaf walaupun kita merasa tidak bersalah?


MEMBERI MAAF.

Astagfirullah. Apalah susahnya memberi maaf? Sedangkan Allah saja selalu memaafkan kita, masa kita tidak? Malu dong sama Allah! Malu sama diri sendiri! Alasan apa yang membuat kita tidak mau memaafkan orang lain? Sakit hati? Marah? Allah terlebih. Allah dikhianati oleh ciptaan-Nya sendiri! Allah didustai oleh ciptaan-Nya. Allah lebih pantas marah! Allah lebih pantas untuk sakit hati! Tapi apa? Allah selalu membuka pintu maaf-Nya kepada kita.
Sungguh keterlaluan bila kita tidak mau memaafkan sesama.
Ingatlah kisah para nabi dan rasul dulu.
Rasulullah SAW selalu disiksa oleh kaum Quraisy. Beliau selalu diludahi saat hendak ke Masjid. Tapi, ketika salah seorang yang meludahinya sakit, Rasullullah malah menjenguknya. Beliau memaafkan pemuda itu, padahal pemuda itu tidak pernah meminta maaf kepada Rasul.
Lihat pula Nabi Yusuf A.S. Beliau pernah dimasukkan ke sumur oleh saudara kandungnya sendiri. Beliau hendak dibunuh! Tapi apa? Nabi Yusuf memaafkan tetap memaafkan mereka.
Apa yang telah orang-orang lakukan kepada para nabi dan rasul Allah bukan lah kesalahan kecil. Tapi mereka senantiasa memaafkan mereka.
Kita memang bukan Nabi, tapi bukankah kita diwajibkan meneladani para Nabi dan Rasul??
Intinya saudaraku, sebesar apapun kesalahan seseorang kepada kita, maafkanlah. Apa lagi kalau orang tersebut sudah meminta maaf. Biarlah Allah yang membalas perlakuan mereka.
Betapa angkuh dan sombongnya orang yang tidak mau memaafkan orang lain! Dan orang seperti itu adalah tipe PENDENDAM! Dimana sifat dendam akan membakar habis seluruh amalan kita! Naudzubillah. Naudzubillah hi min dzalik.
Betapa ruginya kita. Bukankah memaafkan adalah ladang pahala bagi kita? Bila kita tidak mau meaafkan orang, jangankan mendapat pahala, malah tumpukan dosa yang kita terima.

Ada lagi, orang-orang yang menunggu permintaan maaf orang lain. Dia tidak mau memaafkan orang sebelum orang tersebut meminta maaf kepadanya. Buat apa????? Lagi-lagi karena Gengsi, Kesombongan, Keangkuhan, dan keegoisan hati!
Ternyata Saytan sudah berhasil membutakan hati anak cucu Adam.

Sebagian besar orang tidak mau meminta maaf, atau memaafkan karena rasa GENGSI. Rasa SOMBONG, TINGGI HATI, dan lainnya. Astagfirullah! Astagfirullah... Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang tidak beriman. Saya juga bukan orang yang sempurna, tapi setidaknya kita berusaha menjadi umat yang terbaik.. :)

Saudaraku, sudah sucikah kita sampai-sampai kita tidak mau meminta maaf?
Sudah sucikah kita sampai-sampai kita menolak memberikan maaf?
Sudah sucikah kita?
SUDAH SUCIKAH????

1 komentar:

Cekidot

A